Rabu, 04 September 2019

Militansi Mahasiswa Ditengah Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 mencerminkan kesungguhan negara sedang beradaptasi dengan ragam perubahan besar pada era revolusi industri keempat (Industri 4.0) sekarang ini. Kewajiban negara pula untuk menyiapkan generasi milenial menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif sepanjang era Industri 4.0 itu. Indonesia sudah menapaki era Industri 4.0, yang antara lain ditandai dengan serba digitalisasi dan otomasi. Namun, belum semua elemen masyarakat menyadari konsekuensi logis atau dampak dari perubahan-perubahan yang ditimbulkannya.

Revolusi industri 4.0 akan merambah ke segala sendi ekonomi. Konsep digitalisasi ekonomi dominan menggunakan teknologi canggih dalam kegiatan ekonominya, akhirnya tenaga manusia yang notabene sebagai penyerap tenaga kerja menjadi terkesampingkan dan negara berkembang  yang tidak mampu bersaing ekonominya akan memburuk akibat tingginya jumlah pengangguran. Namun situasi revolusi industri 4.0 tidak dapat terhindarkan. Situasi saat inilah menuntut mahasiswa berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi terutama kelas menengah kebawah.
Sebagai mahasiswa kita harus berfikir secara kritis bagaimana cara kita untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Jika jumlah pengangguran berkurang, maka pengendalian ekonomi akan mudah dilakukan oleh berbagai pihak, sehingga pendapatan Indonesia bisa meningkat secara signifikan yang akan meratakan kesejahteraan masyarakat Indonesia sendiri.
Tidak hanya kritis dalam berpikir, sebagai mahasiswa ditengah revolusi industry 4.0 kita harus bisa produktif dalam menciptakan hal-hal baru yang bisa menambah penghasilan kita sendiri. Jika penghasilan setiap masyarakat meingkat, maka secara otomatis panghasilan Negara juga akan meningkat dari pajak yang diberikan kepada masyarakat. Agar dapat menciptakan sebuah produk yang berkualitas tinggi dengan daya minat yang banyak, maka kita harus pandai dalam berinovasi terhadap proses yang kita lakukan untuk menciptakan produk tersebut.
Namun ditengah kesibukan untuk mewujudkan semua harapan itu, kita sebagai mahasiswa harus bisa menanamkan sikap religious ke dalam diri kita, agar kita tidak salah melangkah untuk kedepannya. Penanaman sikap tersebut mudah dilakukan sebagai seorang mahasiswa, salah satunya ialah meluangkan beberapa menit untuk menunaikan sholat ketika sudah waktunya untuk sholat. Karena usaha tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa usaha itu bohong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar