Kamis, 15 Agustus 2019

Cintai Bumi Jangan Dibikin kayak Tai

Sudah menjadi kewajiban manusia untuk menjaga lingkungan seperti menjaga orang yang disayang. Namun mengapa realitanya masih banyak orang yang tidak peduli akan hal itu, mereka justru memperparah kondisi bumi ini. Banyak yang dilakukan mereka, jika disuruh beraksi lewat karya-karya yang gemilang, mereka diam bahkan sembunyi dibelakang punggung kawannya. Namun ketika sudah waktunya beraksi untuk membantu bumi yang haus akan peduli, mereka pergi. Semua perbuatan-perbuatan mereka sungguh membuat banyak pihak menggelng-gelengkan kepala. 

Penggunaan plastik secara berlebihan, membakar hutan sembarangan, membuat banjir dimana-mana. Seolah-olah manusia menggantikan peran Tuhan. Dengan begitu mudahnya dan tanpa pertanggung jawaban yang benar, mereka telah menjadikan bumi ini seperti tai, bukan mencintainya lagi namun memperburuk kondisi hingga menjadi kondisi yang paling buruk. Mungkin mereka tidak sayang dan peduli terhadap penerus-penerus mereka, dengan mudahnya menyisakan bumi dalam kondisi paling buruk, bukan malah mempersiapkan kondisi terbaiknya.

Jadilah manusia yang berakhlak mulia, dan memiliki karakter yang baik agar bisa dengan mudahnya membuat bumi ini menjadi bumi yang layak huni, bukan mengubahnya menjadi seperti tai. Arti tai tersendiri adalah kotoran yang semua orang pasti jijik untuk mendekatinya, lalu bagimana kehidupan ini akan berlanjut jika bumi berubah menjadi hal yang kotor dan menjijikkan.

Jika tidak mau mengembalikan kondisi bumi yang layak pakai, setidaknya jangan memperparah kondisinya, persiapkan bumi sebaik mungkin untuk kelangsungan hidup generasi penerus. Mencintai kekasih saja bisa, masa mencintai bumi tidak bisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar