Selasa, 13 Agustus 2019

Skenario yang Bagus

Entah mengapa semua mahasiswa baru di Universitas Negeri Surabaya takut sama para senior yang memiliki embel-embel KOMDIS. Ketika para KOMDIS mulai beraksi, tidak ada satupun diantara kami mahasiswa baru yang berani berbicara sedikitpun, mungkin alasan terbanyak dari kami adalah mencari aman. Namun setelah para KOMDIS selesai beraksi, semua mahasiswa baru kembali ke tingkah laku awal, sama ketika mendapatkan materi dari pemateri. Ramai, banyak tingkah, tidak bisa diatur dengan panitia.

Sebelum materi selanjutnya dari bapak wakil bupati Sampang datang, kami para mahasiswa baru yang berada di dalam ruang pertemuan diajak bermain bersama dengan kakak-kakak panitia untuk menghilangkan rasa jenuh yang kami rasakan. Tentu saja kami semua merasa bahagia saat itu, benar-benar ramai, dan bertingkah semaunya.

Usai bermain, dan detik-detik sebelum acara dimulai, para panitia yang awalnya berada di dalam ruang pertemuan tiba-tiba meninggalkan ruangan secara perlahan. Tentu saja kami merasa bingung. Namun ternyata dari depan pintu masuk terdengar suara KOMDIS yang menggelegar bagai halilintar 😅. Mereka semua memarahi kami yang berada di dalam ruangan. Disiruh memakai lengkap atribut karena mereka tau banyak diantara mahasiswa baru yang tidak memakai atribut saat diberi materi. Detik itu pula ruang pertemuan menjadi sunyi, namun tidak sepi. Bagaimana mau sepi, KOMDIS aja tidak henti-hentinya memarahi kami.

Batinku mempunyai seribu pertanyaan, mengapa para KOMDIS ini tiba-tiba datang tanpa diundang. Lalu, tiba-tiba aku paham bahwa kehadiran mereka yang tidak pernah diharapkan adalag salah satu dari skenario yang bagus karya para panitia agar kami bisa dengan tertib saat mendapatkan materi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar