Rabu, 14 Agustus 2019

Doaku Didengar Tuhan

Rabu, 14 Agustus 2019. Sungguh hari yang mendebarkan sekaligus hari yang tak akan terlupa seumur hidup. Bagaimana aku bisa lupa atas bantuan yang diberikan langsung oleh Tuhan kepadaku.

Sehari sebelum hari mendebarkan itu tiba, para kakak tingkat memberikan tugas untuk membeli jajan nextar rasa coklat, namun semua toko yang berjualan di daerah Ketintang tidak memiliki persediaan barang tersebut karena sudah diburu habis oleh mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya. Jujur saya panik ketika belum mempunyai jajan tersebut, pikiranku sudah terbayang-bayang hukuman KOMDIS, namun semua pikiran buruk itu sudah diganti Tuhan dengan harapan baru. Temanku yang bernama Ainy menanyaiku apakah aku sudah punya jajan yang disuruh membawa panitia atau belum, dengan spontan aku menjawab bahwa aku belum mempunyai jajan itu, lalu dia menawariku untuk membeli jajan yang dia miliki itu, tentu saja langsung ku jawab aku mau membelinya. Kami membuat janji untuk meletakkan jajan tersebut didekat pot pintu masuk. Akhirnya aku lega dengan semua itu.

keesokan harinya sungguh kemalangan menimpaku diawal. Bangun tidur kesiangan, tidak sadar bahwa jam sudah menunjukkan pukul 04.35, dengan sekejap aku langsung bangun dan bergegas mempersiapkan diri untuk megikuti PKKMB hari ke-3. Sungguh rasanya aku ingin meliburkan diri untuk hari ini, namun aku masih memegang teguh tujuan utama mengapa aku kuliah, jadi ku hancurkan pemikiran-pemikiran buruk itu.

Semua persiapan sudah kulakukan dalam setengah jam, tinggal menunggu temanku Ainy untuk memberikan jajan yang sudah ku pesan kemarin malam. Aku panik tak terbantahkan karena saat jam mulai mendekati jam 5 namun temanku itu belum tiba di depan rumah kost, ku cari-cari jajan yang sudah ku pesan itu didekat pot pintu masuk namun tidak ada. Aku mulai cemas dan ingin menangis karena jajannya tidak ada.

ketika aku telah membulatkan tekad untuk tiba di kampus tanpa jajan yang diperintahkan. Dalam hati terus berdoa semoga Tuhan mendengarkan semua doa-doaku agar aku mendapatkan pertolongan dari-Nya. Ketika aku tiba di depan gerbang pintu masuk UNESA aku dihampiri sosok ibu yang tidak ku kenal. Tapi ternyata beliau adalah ibunya Aini, sungguh senang luar biasa akhirnya semua doa-doaku didengar Tuhan. Akhirnya untuk hari ini aku bisa lolos dari hukuman KOMDIS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar