Langkah Awal Menjadi Bogem
(Bocah Gede Mandiri)
Dulu saat aku menduduki bangku SMA semua terasa mudah bagiku. Semua hal yang ku inginkan langsung terpenuhi dengan sekejap, tinggal membalikkan telapak tangan sim salabim semua yang ku inginkan langsung berada di telapak tanganku. sungguh aku benar-benar menikmati zona nyamanku itu. Hingga akhirnya hidup benar-benar memisahkanku dari zona nyaman yang telah menjadi separuh hidupku.
Di rumah semua yang ku inginkan dengan mudahnya terpenuhi, namun semua itu telah berbalik 180 derajat ketika aku telah menjadi anak rantau. Kali pertama aku menjadi mahasiswa saat itu pula kedua orang tuaku menjadi tamu spesial dari Sang Pencipta. Mau tidak mau aku harus bisa mengubah mindsetku agar tidak membuat mereka cemas. Sungguh langkah awal yang memberatkan bagiku.
Namun, Tuhan telah berkehendak lain, dengan diterimanya aku sebagai mahasiswa UNESA 2019 aku bisa dekat dengan kakakku. Mungkin aku hanya menjadi seonggok kapas yang mudah terbawa pengaruh dari orang-orang baru dan lingkungan baru. Berkat Tuhan diri ini bisa terhindar dari semua bayangan buruk itu. Semua pengalaman kakakku selama 2 tahun di kota bersejarah itu telah ia bagikan kepadaku dan aku bersyukur atas nikmat Tuhan yang telah ku dapatkan sampai detik ini.
Jujur saat kali pertama aku membaca pengumuman hasil SNMPTN aku sedikit kecewa, tapi bukan berarti aku tidak bangga dengan kampusku saat ini. Semua kekecewaan itu berasal dari ambisiku yang terlalu besar untuk mewujudkan salah satu impian ayah kepada putri bungsunya ini. Mengapa aku tidak bisa lolos di kampus yang terkenal dengan fakultas kedokterannya itu di Surabaya, padahal berdasarkan survei yang telah ku lakukan, semua teman-temanku dengan nilai rata-rata berada dibawahku bisa lolos dengan mudah. Andai aku bisa menduduki bangku yang menjadi milik mereka aku akan melakukannya agar salah satu impian ayahku bisa terpenuhi dengan bangga.
Namun apa boleh buat, jika memang ini takdir yang harus ku lewati aku harus bisa menerimanya dengan penuh syukur. Dari dulu aku tidak pernah kecewa dengan kalimat yang selalu ku ucap saat aku merasa tak berguna Akan Selalu Ada Hikmah Terindah Dibalik Setiap Masalah. Dengan diterimanya aku di Universitas pencetak para pendidik generasi penerus bangsa yang berkualitas tinggi, aku bisa mengubah mindsetku yang selalu bergantung pada orang lain. Sungguh kehidupan di kota ini yang menurutku tergolong keras dapat mengubahku menjadi sosok baru. Semoga di Kampus inilah aku bisa mewujudkan harapan-harapan dari pemilik sayap-sayapku yang bisa membuatku berada diposisi saat ini.
"Akan Selalu Ada Hikmah Terindah Dibalik Setiap Masalah"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar